Kata seorang
ahli, kerja jadi jurnalis harus seperti kuli panggul pelabuhan di satu sisi dan
harus bertindak bak seorang penyair di pihak lain. Bagaimana tidak, seorang
jurnalis tidak boleh berhenti menelusuri sebuah informasi yang bermanfaat bagi
publik hanya karena hujan atau panas terik matahari.
Sumber berita
tidak hanya orang yang berdiam diri di gedung mentereng dan ruangan ber AC.
Narasumber tertentu tak jarang harus ditemui di gang-gang sempit atau di pedalaman
hutan belantara.
Setibanya di
rumah atau kantor untuk menulis laporan, energy sudah habis, ide mentok mud sirna
ditelan lelah. Tekanan semakin kuat karena deadline semakin dekat. Jika dipaksakan
hasilnya malah berantakan, tulisan ngawur, memori otak serasa hilang.
Untuk mengatasi fluktuasi mud seperti itu, satu-satunya cara instan yang saya lakukan, ngopi. Cukup satu gelas, mud muncul kembali, pikiran lebih konsentrasi dan inspirasi semakin cemerlang. Ngetik pun lancar, ide brilian. Dari segelas kopi berwujud lembaran naskah yang sempurna. (*)
0 komentar:
Posting Komentar